MASYARAKAT Indonesia masih mempercayai sejumlah mitos yang diwariskan turun temurun. Begitu pula dengan mitos pesugihan menggunakan media tuyul. Makhluk halus yang sering digambarkan menyerupai anak kecil ini memiliki spesialisasi mencuri uang dan barang berharga lainnya.
Kepada Okezone, Metaphysicist Haryo Tali Jiwo membeberkan sejumlah tips untuk mencegah atau menangkal tuyul di rumah. Menurutnya, setiap daerah memiliki cara masing-masing untuk menangkal tuyul.
Tapi bila dikaitkan secara rohani, terutama bagi mereka yang beragama Islam, cara terbaik untuk menghindari rumah dari teror tuyul adalah dengan membersihkan rumah melalui ibadah yang rutin.
"Jadikanlah rumah seperti musholla atau masjid. Artinya, kita harus sering beribadah, bermunajat, membaca dzikir dan mengagungkan asma Allah. Dengan demikian, tanpa media apa pun rumah akan terhindar dari segala bentuk metafisik seperti tuyul, teluh, atau santet," tutur Haryo Tali Jiwo saat ditemui Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).
Haryo mengatakan, bila rumah tidak diistiqomahkan, maka akan semakin banyak aura negatif yang menyelimutinya. Hal ini bisa terjadi bila sang empunya rumah tidak pernah beribadah, atau sering melakukan tindakan tidak baik seperti bertengkar.
Bila sudah demikian, tuyul, teluh, atau santet pun akan mudah memasukinya. Selain membentengi rumah dengan ibadah dan iman yang kuat, ada beberapa media yang bisa digunakan untuk menghalau tuyul. Namun sifatnya hanya sementara.
Media tersebut antara lain, yuyu (kepiting sungai), kacang hijau, bawang merah yang ditusuk dengan jarum, dan kaca. Media tersebut digunakan untuk mengalihkan perhatian si tuyul saat sedang menjalankan tugasnya.
"Kalau diberikan kaca tuyul bisa kaget melihat wujud aslinya. Dia kayak gagal fokus jadi berkaca, dan akhirnya lupa sama tugasnya. Sedangkan kacang hijau dan yuyu sering adalah mainan favorit tuyul. Kalau dia melihat benda tersebut, dia malah keasyikan main," terang Haryo.