Kiriman dari kampung sebelah
Awalnya Haryo mencoba berinteraksi secara baik-baik dengan makhluk halus itu. Namun sayang, si tuyul malah tertawa dan menarik-narik tasbihnya.
Tanpa ragu lagi Haryo langsung menggunakan kekuatan batinnya untuk melawan tuyul tersebut, dan tiba-tiba visual Haryo berubah. Kali ini, ia melihat sesosok kera putih yang berada tepat di hadapannya.
"Saya langsung tanya, kamu ini siapa lagi? Dia bilang ada yang memerintah, alias ada tuannya. Setelah saya gertak dia mengaku dapat perintah dari seseorang di Cirebon. Saya pukul lagi dengan ilmu batin saya, dan akhirnya dia menunjukkan sosok orangnya," ugkap Haryo.
Singkat cerita, tuyul yang menyerang kawasan Kampung Nelayan di Jakarta Utara itu merupakan kiriman dari seorang pria yang sudah melalukan kontrak pesugihan dengan siluman tuyul dan kera putih.
Pria itu sudah menyetujui kontrak pesugihan yang akan berlangsung selama 1 tahun 3 bulan. Tidak ada satupun orang yang bisa menghalanginya karena ia sudah melakukan kontrak mati.
"Jadi si pawang tuyul ini kalau menyudahi operasinya dia bisa juga. Istilahnya dia itu sudah nyetor nyawa karena ada kontrak. Dia tinggal di dekat kampung nelayan, hanya beda kelurahan. Kenapa targetnya kampung nelayan? Di tempat itu ternyata ada saudaranya, jadi bisa digunakan untuk alibi, alias numbalin saudaranya," jelas Haryo.
Memagari kampung
Setelah berinteraksi dan memberikan ultimatum secara visual dan metaphisik, si pengirim dan pawang tersebut rupanya masih bersikeras meneror kampung nelayan. Namun karena Haryo sudah terlanjur all out dan memang berniat membantu warga kampung, akhirnya ia membersihkan dengan caranya sendiri.
"Setelah melakukan ritual pembersihan, saya mencoba membuat lingkaran gaib untuk melindungi tempat tersebut, saya kelilingi kampung itu sembari membaca dzikir. Fungsinya untuk melindungi kampung dengan pagar ghaib. Alhamdulillah, setelah 2 minggu berselang tidak ada kabar kehilangan lagi," pungkasnya.
(Renny Sundayani)