Kejadian tersebut bermula ketia Toriq dan teman-temannya ingin menyaksikan Sunset dari puncak piramid. Akan tetapi salah seorang teman Toriq merasa tidak kuat dan meminta beristirahat. Akhirnya Toriq tetap melanjutkan perjalannya. Di tengah perjalanan suasana tidak sesuai harapan mereka. Kabut tebal dan suasana dingin justru mereka dapati. Kabut tebal mengurungkan niat Toriq dan temannya untuk sampai puncak. Akhirnya mereka mutuskan untuk kembali turun.
Kabut tebal masih menyelimuti perjalanan turun mereka. Toriq yang berada di depan mencoba membuka jalan. Bukan langkah yang bagus, kedua temannya yang berada di belakang justru kehilangan jejak Toriq. Ketika sudah sampai pos awal, temannya kaget mendengar kabar Toriq belum sampai, padalah dialah yang berada di depan tadi.
Menurut pandangan mata batin Panglima Langit, Toriq tidak tergelincir ke bawah jurang pegunungan tersebut. Hal itu dikarenakan ada pengaruh gaib yang menempel dan mengendalikan raga Toriq. Sehingga makhluk tersebut menyesatkan Toriq untuk tidak bisa turun dan berfikir secara akal sehat.
"Dengan logika saja, tidak mungkin toh dia tidak mengerti jalan turun. Dan menurut pandangan mata batin saya, dia tidak tergelincir dibawah jurang pegunungan tersebut, karena ada pengaruh gaib yang merasuki dan menempel pada raganya" Sambung Panglima langit.
Meski keberadaan Toriq belum bisa ditemukan hingga saat ini, Panglima langit melihat Toriq masih hidup. Dirinya melihat hal tersebut melalui pandangan mata batin.
"Dan sampai detik ini saya melihat Toriq masih hidup, berada dipuncak gunung Piramid sebelah timur, itu menurut pandangan mata batin saya." Pungkasnya pada akhir video.
(Renny Sundayani)