MENGEMUDI sambil mengantuk atau berada di bawah pengaruh alkohol bisa mengakibatkan risiko fatal. Akan tetapi, apakah efek yang sama juga akan dirasakan jika menyetir sambil mengisap ganja?
Menyetir kendaraan membutuhkan konsentrasi tinggi. Mata Anda harus fokus dengan kondisi jalan, kendaraan di sekitar, serta rambu lalu lintas. Untuk itu, Anda tidak dianjurkan untuk melakukan kegiatan lain selain berkendara, seperti bermain ponsel apalagi mengisap ganja atau mariyuana.
Ketika Anda mengisap ganja sambil menyetir, THC (tetrahydrocannabinol) bahan kimia dari ganja dapat berpindah ke paru melalui aliran darah. Darah yang mengandung ganja tersebut kemudian akan dialirkan ke seluruh tubuh, termasuk otak.
Akibatnya, Anda akan merasakan euforia (perasaan menyenangkan dan relaks). Selain itu, Anda juga dapat mengalami perubahan persepsi warna, yaitu warna tertentu akan jadi lebih terang dari seharusnya.
Alih-alih menikmati efek euforia, mengisap ganja sambil mengemudi juga bisa menyebabkan munculnya kecemasan, ketakutan, dan kepanikan. Bahkan, menyebabkan halusinasi dan delusi. Efek ini biasanya terjadi ketika ganja dikonsumsi dalam jumlah besar.
Semua efek ganja tersebut dapat memecah konsentrasi, melemahkan kemampuan Anda untuk menilai, dan mengganggu koordinasi motorik. Akibatnya, kemampuan Anda mengemudi menjadi terganggu.
Anda tidak fokus dengan kondisi jalan atau rambu lalu lintas. Anda pun menjadi tidak tanggap atau lambat untuk mengerakkan setir mobil.
Efek ini bisa berlangsung selama 1-3 jam setelah ganja diisap. Meski begitu, kandungan THC tetap bisa terdeteksi di dalam tubuh selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Menurut National Institute on Drug Abuse di Amerika, ganja menjadi obat terlarang yang paling sering ditemukan pada kasus kecelakaan lalu lintas.