Tetapi mengapa orang lebih memengaruhi anjing mereka daripada sebaliknya?
"Mungkin manusia adalah bagian yang lebih sentral dari kehidupan anjing, sedangkan manusia juga memiliki jejaring sosial lainnya," kata Roth pada Huffpost yang dilansir Okezone.
Hasil studi ini tidak mengejutkan, kata Alicia Buttner, direktur perilaku hewan dengan Nebraska Humane Society di Omaha. "Bukti baru terus muncul, menunjukkan kalau manusia dan anjing mereka memiliki ikatan yang sangat dekat yang menyerupai orangtua yang berbagi dengan anak-anak mereka," ungkapnya.
Tetapi dia mengatakan tidak ada cukup bukti untuk menganggap kalau pengaruhnya hanya satu arah; mungkin berjalan dua arah. "Ini tidak hanya sesederhana pemilik stres, anjing menjadi stres," singkatnya.
Banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang atau anjing dan bahkan mungkin meredamnya, katanya.
Buttner mengatakan kadar kortisol tidak selalu menunjukkan stres "buruk". Mereka malah bisa menunjukkan pengalaman yang baik seperti liburan bersama, katanya. Roth dan timnya berencana untuk menyelidiki apakah ras anjing lain akan bereaksi terhadap pemiliknya dengan cara yang sama.
Sementara itu, dia menawarkan saran untuk meminimalkan seberapa banyak pemilik anjing yang mengalami stres menularkan kondisinya ke hewan peliharaan mereka. Anjing yang bermain lebih banyak menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda stres, katanya. Roth menambahkan, mulai sekarang perbanyaklah bersenang-senang dengan hewan peliharaan Anda.
(Martin Bagya Kertiyasa)