Patung Lembu Sora atau lebih dikenal dengan sapi ndhekem diresmikan Bupati Boyolali, Seno Samodro, pada 2015 silam. Sejak saat itu Lembu Sora menjadi ikon yang identik dengan Kota Susu.
Ahmad mengaku sengaja memilih patung Lembu Sora karena letaknya yang terjangkau dari kampung halamannya di Cepogo, Boyolali.
“Lagipula sejak 2015 keluarga baru dua kali foto-foto di sini,” imbuhnya. Tahun ini Ahmad dan keluarganya harus menelan kekecewaan yang sama karena gagal mengintip isi perut lembu sora.
Pengunjung lainnya, Maryani, 35, mengungkapkan kekecewaan serupa. Warga Sawit, Boyolali, itu juga belum pernah melihat isi patung sapi. Padahal, ikon kota di kawasan alun-alun tersebut kerap menjadi junjugannya ketika ada saudara berkunjung.
“Jadinya malah bingung sendiri kalau ditanya itu patung buat apa,” ungkap Maryani. Dia berharap di masa-masa liburan seperti sekarang pintu di perut patung sapi yang biasanya tertutup bisa dibuka untuk menuntaskan rasa penasaran warga.
Diberitakan sebelumnya, patung sapi perah di Alun-alun Kidul Boyolali menjadi ikon wisata kekinian. Patung Lembu Sora itu sebenarnya merupakan gedung pertemuan. Di sekitarnya terdapat kantor bupati yang berbentuk seperti Istana Negara serta gedung DPRD mirip gedung DPR Senayan.
(Martin Bagya Kertiyasa)