MASA kehamilan akan membuat seorang wanita harus menuruti berbagai macam aturan, yang menganjurkan Anda untuk menghindari hal ini dan itu. Tujuannya tentu untuk menjaga agar kondisi ibu hamil dan calon bayi di dalam kandungan senantiasa sehat dan prima.
Salah satu yang mungkin sering dipertanyakan selama kehamilan yakni terkait unsur belerang (sulfur). Sebenarnya, amankah kalau ibu hamil menghirup belerang atau menggunakan produk kecantikan dari belerang?
Sadar atau tidak, setiap harinya ibu hamil tidak luput dari risiko “bersentuhan” atau terpapar dengan senyawa kimia. Baik itu senyawa kimia alami dari lingkungan, maupun bahan kimia yang biasanya terkandung dalam produk pembersih rumah. Belerang, misalnya.
Baca Juga: 5 Gaya Keren Kahiyang Ayu Kenakan Kacamata, Cantik Mirip Raisa
Belerang adalah unsur yang terdapat di alam, khususnya di tanah, tumbuhan, dan air. Berkat manfaatnya, belerang kerap diolah sebagai bahan dasar untuk produk perawatan kulit serta rambut. Belerang memiliki aroma khas yang membuatnya mudah sekali dikenali.
Selayaknya zat kimia pada umumnya, paparan belerang bisa terjadi dalam berbagai cara. Mulai dari terhirup langsung, termakan bersama makanan atau minuman, atau terserap melalui kulit. Lumrah adanya jika para ibu hamil khawatir paparan dari belerang, termasuk menghirup, berpengaruh terhadap kondisi kandungan.
Kabar baiknya, paparan zat kimia apa pun sebenarnya tidak membawa risiko buruk bagi kesehatan ibu hamil dan bayi, selama jumlahnya sedikit. Melansir dari laman National Pesticide Information Center, efek toksisitas atau racun dari belerang terbilang rendah bagi manusia.