Transgender Ini Nekat Operasi Vagina Pakai Kulit Ikan

Pradita Ananda, Jurnalis
Minggu 19 Mei 2019 16:09 WIB
Operasi Vagina dengan Kulit Ikan (Foto: The Sun)
Share :

PERNAHKAN terlintas dalam pikiran Anda, bahwa kulit ikan akan digunakan untuk sebuah tindakan operasi pada manusia?

Percaya atau tidak, melakukan operasi dengan menggunakan kulit ikan ini nyata terjadi. Di mana kulit ikan ini digunakan dalam sebuah tindak operasi vagina untuk seorang wanita transgender bernama Maju. Operasi pembuatan vagina yang dibentuk menggunakan kulit ikan nila setelah alat kelaminnya mulai menyusut dan menutup setelah operasi yang gagal.

Pemakaian kulit ikan sebagai material utama dalam operasi Miss V yang memakan waktu hingga tiga jam lamanya ini disebutkan jadi prosedur yang sangat kompleks, disebut dengan neovaginoplasty. Menggunakan cetakan akrilik berbentuk tabung yang dibungkus dengan kulit ikan air tawar dalam bentuk prothesis biologis untuk membangun kembali dan memperluas saluran vagina.

Prosesnya melibatkan memasukkan dua cetakan terpisah untuk membuat vagina baru. Perangkat pertama dipasang dengan membran laut lalu dimasukkan ke dalam vagina selama enam hari. Tentunya, karena terjadinya kontak dengan tubuh pasien, kulit ikan disterilkan dan tidak berbau. Kemudian kulit ikan menampilkan sifat pertumbuhan sel stimulasi, kulit ikan nila yang dipakai disebutkan kaya akan kandungan kolagen tipe 1, suatu zat yang mendorong penyembuhan dan memiliki kekencangan dan elastisitas yang kuat seperti kulit manusia.

Kemudian, perangkat kedua dibuat dari silikon yang digambarkan seolah sebagai tampon yang sangat besar, yang dirancang untuk tetap berada di dalam vagina hingga enam bulan untuk mencegah dinding menutup. Uniknya, disebutkan pula bahwa perangkat dapat dilepas setelah periode ini jika diinginkan loh!

Perihal operasi pembentukan vagina dengan menggunakan kulit ikan ini, Professor Leonardo Bezerra selaku dokter yang melakukan operasi vagina ini menyebutkan bahwa pemakaian kulit ikan dalam operasi pembentukan vagina, nyatanya memberikan hasil yang memuaskan.

“Kami mampu membuat vagina dengan panjang fisiologis, baik dalam ketebalan maupun dengan memperbesarnya, dan pasien telah pulih dengan sangat baik. Dia berjalan dengan mudah, tidak sakit dan aktivitas buang air kecilnya pun normal. Dalam beberapa bulan kami percaya dia akan bisa /melakukan hubungan seksual,” jelas Professor Leonardo Bezerra, seperti dikutip Thesun, Minggu (19/5/2019).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya