DI banyak kebudayaan, umumnya sebelum menikah seorang lelaki akan datang ke rumah perempuan untuk melamar. Tapi di Lamongan, Jawa Timur justru kebalikannya, karena perempuanlah yang melamar calon suaminya.
Tradisi di Lamogan ini sama dengan di Padang atau Minang, seorang lelaki bahkan dibeli perempuan sebelum naik pelaminan. Tradisi pernikahan tersebut dikenal dengan istilah Japuik yang masih dilaksanakan oleh masyarakat yang menetap di sana.
Nah, di daerah Lamongan juga ada tradisi unik yaitu lelaki juga dilamar perempuan. Ada satu penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Antropologi FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), tertarik melakukan penelitian tentang tradisi tersebut.
Baca Juga: Menikah dengan Bule, Apa Enaknya?
Studi yang dilakukan oleh mahasiswa Antropologi FISIP UNAIR bernama Luluk Oktavia, Yusuf Bilal Abdillah, Biandro Wisnuyana, Dyah Bratajaya Wisnu Puteri, dan Selvi Nur An Nisaa Permata, tersebut tertuang dalam proposal berjudul “Menguak Tradisi Lamaran (Calon Mempelai Wanita Terhadap Calon Mempelai Pria) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur”.
Ketua Penelitian Luluk Oktavia mengatakan, setiap daerah punya adat-istiadat yang berbeda-beda yang menarik dipelajari. Salah satunya di Lamongan, Jawa Timur.
”Ini benar-benar bagai pepatah Lain ladang lain belalang, Lain lubuk lain ikannya, artinya di setiap daerah memiliki adat istiadat berbeda, satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lainnya," kata Luluk Oktavia, dikutip dari situs resmi Universitas Airlangga, Sabtu (10/5/2019).
Baca Juga: Potret Menggemaskan Lakeisha Dardak, Anak Arumi Bachsin yang Fasih Bahasa Jawa
Luluk menjelaskan, tradisi tersebut sudah ada sejak zaman kerajaan. Ada kisah Tumenggung Lamongan, yang punya dua anak laki-laki tampan, bernama Panji Laras Liris. Aura ketampanan dan kegagahan lelaki ini dilirik oleh banyak putri dari beberapa kerajaan.
Bahkan, ada dua putri dari Kerajaan Kediri jatuh hati kepada Panji Laras Liris. Mereka akhirnya sama-sama bertandang ke Lamongan untuk meminang anak raja.
Tapi, putri cantik itu ditolak karena melihat tubuhnya saja, Panji Laras Liris tiba-tiba jijik, melihat kaki sang putri yang mirip kaki kuda karena banyak bulunya. Tak ayal, para putri cantik itu pun akhirnya gagal menikah dengan sang pangeran.