“Tapi temboknya seperti akar, cahayanya seperti bulan. Temboknya akar bawahnya tanah, kasurnya akar tapi merasa seperti springbed yang empuk. Saya melihat kalau pohon itu adalah markas dunia goib,” tutur Pria kelahiran Surabaya.
Percaya tak percaya, Nano pun sempat bertemu dengan kedua orangtua hantu Darmi saat meraga sukmo. Lalu bagaimana respons orangtua hantu Darmi?
“Orangtuanya sangat welcome sama saya. Wajahnya tinggi besar, berbulu, hitam dan besar. Saya sempat takut memang pas bertemu. Kenapa welcome, karena memang mereka sangat menginginkan keturunan dari mahluk sempurna seperti manusia,” pungkas pria kelahiran 1998.
Lantas bagaimana kelanjutan hubungan asmara Nano dengan hantu Darmi, simak kelanjutan beritanya di Okezone.com!
(Martin Bagya Kertiyasa)