Menikah dengan bule adalah hal luar biasa bagi Uno. Sebab, awal perkenalan Uno mengaku hanya "butuh" bule untuk memperkuat bahasa Inggrisnya. Tapi, dia malah "match" di Tinder dengan bule Jerman yang notabene kurang nattive dalam berbahasa Inggris.
Kendala bahasa pun dialami mereka tapi kembali, itu semua bisa selesai dengan saling pengertian dan kesabaran.
Nah, bicara mengenai pernikahan, seperti yang Anda baca di judul artikel ini, Uno pun merasakan kalau yang namanya persiapan pernikahan dengan bule itu "rempong" banget. Banyak hal yang mesti dipersiapkan dan itu semua tidak cukup satu dua bulan. Seperti apa curhatan Uno mengalami kondisi ribetnya persiapan pernikahan beda negara di Indonesia?
"Menikah dengan bule di Indonesia itu banyak yang diurus. Pertama harus urus surat pernyataan single di Jerman kalau nggak di kedutaan Jerman untuk Indonesia. Dan, untuk menyelesaikan berkas ini, suami aku tidak punya cukup waktu, karena masa kerja dia di Indonesia sisa sedikit," cerita Uno melalui pesan singkat pada Okezone, Selasa (16/4/2019).