Di momen ketika ia resmi menikah dengan Kei, maka di momen itulah Mako turun kasta dari yang tadinya seorang putri kerajaan, menjadi commoner, alias orang biasa. Dengan status sebagai ‘rakyat jelata’, Mako disebutkan kemungkinan besar akan menukar tunjangan kerajaan untuk memiliki hak memilih dan berpotensi untuk membayar pajak, selayaknya rakyat Jepang pada umumnya.
Bicara soal kisah cinta Mako, Putri Mako sendiri bertemu sang kekasih, Kei Komuro yang berprofesi sebagai asisten legal, sekiranya enam tahun lalu di sebuah pesta. Gelaran pesta yang diadakan untuk membahas soal menuntut ilmu di luar negeri saat Mako dan Kei sama-sama masih bersekolah di International Christian University, Tokyo.
Walau Kei hadir sebagai pria yang mempunyai keluarga bukan dengan latar belakang bangsawan, namun diklaim oleh berbagai media mainstream Jepang, hubungan percintaan antara Mako dan Kei sudah direstui oleh kedua orang tua Putri Mako.