SEBUAH cinta sejati tak mengenal kasta dan status sosial, pasti kita pernah kan mendengar ungkapan klasik terkenal satu ini?
Nah, perwujudan nyata dari ungkapan klasik di atas ini sepertinya pas sekali untuk disematkan untuk kisah perjalanan cinta dari cucu perempuan kaisar Jepang, Putri Mako. Putri sulung dari Pangeran Akishino dan Putri Kiko, kakak dari Putri Kako dan Pangeran Hisahito.
Gelar kerajaan dan hidup dengan segala fasilitas dan keistimewaan sebagai putri kerajaan Jepang tampaknya bukan menjadi segalanya bagi Putri Mako. Pasalnya, Mako diketahui sudah bertekad untuk menikah dengan kekasihnya, Kei Komuro yang mana merupakan rakyat biasa, pria bukan dengan gelar bangsawan.
Baca Juga : Ngeri, Ini Ciri-Ciri Orang yang Paling Disukai Jin!
Dengan keputusan berani tersebut, lebih memilih cinta ketimbang gelar putri kerajaan yang sudah ia sandang selama kurang lebih 25 tahun, maka Mako diketahui harus melepaskan status dirinya sebagai bangsawan, kaum ningrat dari keluarga monarki tertua di dunia karena memutuskan untuk menikah dengan seorang rakyat biasa.