Menurutnya, untuk menyiapkan menu-menu yang disajikan untuk para pengujung, pihaknya menggandeng tim pemasak dari kalangan ibu-ibu dan Indonesia Chef Association (ICA).
Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, berharap melalui event tersebut kuliner di Solo bisa tetap lestari. "Tujuan dari ini adalah konservasi agar makanan tidak punah. Selain itu untuk tujuan pariwisata dan peningkatan ekonomi," kata dia.
Selain makanan tradisional, SICF 2019 juga menawarkan beragam kuliner lain. Termasuk jajanan yang sedang tren saat ini seperti olahan gurita, sosis bakar, pentol dan sebagainya.
(Martin Bagya Kertiyasa)