Tak sedikit orang-orang di usia produktif melewatkan jam makan. Salah satu faktornya adalah terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan tugas yang menumpuk. Jika dibiarkan terus menerus, kemungkinan besar kebiasaan tersebut akan menimbulkan gangguan pencernaan seperti penyakit maag.
Sakit maag biasanya ditandai dengan mual, muntah, perasaan terbakar di ulu hati, kembung, dan keluhan lainnya di area perut bagian atas. Selain karena telat makan, sakit maag juga bisa dipicu oleh rasa stres. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero hepatologi, dr Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH.
“Pusat limbik kita akan memacu semua hormon dalam tubuh termasuk hormon stres. Hormon stres berkaitan dengan pembentukan asam lambung. Kalau kita emosi, pusat limbik terangsang, lalu akan mengaktivasi hormon stres, serta memacu juga asam lambung dan pergerakan lambung,” jelas dr Hendra saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta belum lama ini.
Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu mengatakan sakit maag sebenarnya bisa disembuhkan. Jadi, sakit maag tidak berlangsung seumur hidup. Hanya saja, penyakit tersebut bisa kambuh karena banyak faktor. Mulai dari pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi jenis makanan tertentu secara berlebihan, stres, pola hidup yang tidak sehat, hingga penyakit berat lainnya seperti diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, batu empedu, dan penyakit pankreas.
Baca Juga: 5 Praktik Kesehatan Kuno yang Sebabkan Penggunanya Mati Lebih Cepat
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh mereka yang pernah terkena sakit maag, ketika penyakit itu kambuh, maka pola makannya harus benar-benar diperhatikan.