Dengan cara itu, dirinya yakin generasi muda akan memiliki ketertarikan tersendiri. Belum lagi wastra yang dipamerkan juga memiliki kisah di baliknya yang menarik untuk dibaca. Diharapkan hal itu nantinya menimbulkan kebanggaan dalam diri generasi muda sehingga muncul keinginan untuk melestarikannya.
Sementara itu, Kepala Museum Kepresidenan RI Bogor, Amurwani Dwi Lestariningsih mengatakan selain pameran wastra, masih ada aktivitas lain yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Sebut saja Tari Gebyar Wastra, peragaan busana, seminar, dan workshop membatik yang bertujuan untuk menjaga kelestarian wastra.
“Festival ini terbuka untuk umum, jadi masyarakat silahkan datang. Hingga saat ini animo masyarakat yang daftar sangat tinggi. Saya hanya ingatkan jangan gunakan kaus atau jeans karena mengikuti aturan protokoler di museum,” pungkas Amurwani saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
(Helmi Ade Saputra)