Awas, Terlalu Sering Gunakan Ponsel Sebabkan Gangguan Saraf

Agregasi Solopos, Jurnalis
Minggu 31 Maret 2019 13:31 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Tahukah Anda? Ternyata sebanyak 98,2% generasi milenial menggunakan ponselnya 7 jam sehari. Nyatanya penggunaan gawai memang menjadi kebutuhan, akan tetapi penggunaan yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko neuropati.

Persoalan ini, apabila tidak ditangani dengan benar, dapat berdampak fatal. Menurut dokter spesialis saraf Manfaluthy Hakim, aktivitas dengan gerakan berulang merupakan faktor risiko neuropati atau gangguan saraf tepi. “Termasuk penggunaan gawai terlalu lama,”ujarnya.

Menurut ketua kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat ini, penggunaan berlebih pada gawai dapat menyerang saraf tangan sehingga menimbulkan kesemutan atau kebas. “Bahkan dapat menimbulkan nyeri yang menetap,” kata Manfaluthy.

Baca Juga: 5 Gaya Penampilan Atries Angel, Pacar Baru Chef Juna yang Seksi

Itulah sebabnya dia menganjurkan melakukan pencegahan dan pengobatan dini neuropati, untuk mencegah kerusakan saraf yang lebih parah. “Karena kalau terjadi kehilangan serabut saraf di atas 50%, kerusakan saraf tidak dapat diperbaiki kembali,” katanya.

Pencegahan kerusakan saraf dapat dilakukan dengan mengonsumsi vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B6, B1, dan B12 secara rutin. Hal ini sekaligus dapat mengurangi gejala kesemutan, kebas, rasa terbakar, dan nyeri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya