Pil Kontrasepsi Pria, Kenapa Masih Ditunggu?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 28 Maret 2019 13:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Thesouthafrican)
Share :

Efek samping juga hanya sedikit dan ringan, kata para pakar. Lima pria yang minum pil melaporkan, birahi mereka sedikit menurun dan dua menyebut mengalami gangguan ereksi ringan. Namun aktivitas sosial tidak menurun dan semua peserta tetap mengkonsumsi pil.

Peneliti di balik pil kontrasepsi ini, Prof Christina Wang dan mitranya menyatakan senang, tetapi berhati-hati atas penemuan ini.

"Hasil penelitian kami menunjukkan pil yang mengkombinasikan dua hormon ini akan menurunkan produksi sperma namun gairah seks tetap bisa bertahan," katanya.

Tetapi, percobaan yang lebih lama diperlukan untuk mengetahui apakah pil kontrasepsi ini bermanfaat untuk menekan kelahiran. Profesor Wang juga pernah menguji coba gel yang diusap di punggung dan bahu.

Hormon progestin gel yang diserap kulit ini menghambat produksi testoteron dalam testis dan mengurangi produksi sperma. Pengganti testoteron dalam gel berfungsi untuk mempertahankan gairah seks dan fungsi lain hormon itu.

Ilmuwan lain telah menguji coba kontrasepsi dengan suntikan setiap dua bulan. Tetapi upaya ini dihentikan setelah sejumlah relawan mengeluh efek samping termasuk depresi.

Bagi pria yang tidak ingin menggunakan hormon untuk kontrasepsi, para peneliti mencoba mencari cara menghambat laju sperma, melalui vasektomi tanpa bedah. Proses yang disebut vasalgel dengan baham polymer yang disuntikkan di testis dan penis ini, tengah dikembangkan sebagai kontrasepsi non hormon.

Sejauh ini, proses ini baru diuji pada binatang, dan para peneliti telah menerima pendanaan untuk diuji pada manusia.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya