Tiga Kriteria Mati Syahid yang Jadi Impian Banyak Muslim

Agregasi Solopos, Jurnalis
Selasa 26 Maret 2019 15:45 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

Mati syahid banyak diimpikan oleh para Muslim. Kembali ke peristiwa penembakan yang terjadi di Selandia Baru, menjadi duka bagi seluruh Muslim di dunia. Meninggalnya Muslim dalam keadaan setelah Salat Jumat merupakan kematian syahid akhirat.

“Korban yang meninggal akibat perbuatan teroris memperoleh pahala mati syahid akhirat dan surga sebagai balasannya,” ujar Ustaz Muhammad Ilham, penyuluh di Kementerian Agama Kantor Solo, kepada Solopos.com di Kecamatan Laweyan, Solo, Kamis, 21 Maret 2019.

Menurutnya, mati syahid merupakan seseorang yang meninggal dalam keadaan membela agama Islam. Namun, apabila meninggal dalam keadaan tidak membela agama bukan merupakan mati syahid yang sesungguhnya.

 Baca Juga: Viral Nenek 53 Tahun Photoshoot, Body-nya Masih Seksi dan Nyaris Telanjang

“Seperti zaman Rasulullah dalam berbagai perang seperti Perang Badar dan Uhud para sahabat dan umat Islam yang gugur merupakan mati syahid. Syahid itu dari kata syahadat atau menyaksikan, secara estimologi syahid itu orang yang dapat menyaksikan. Menyaksikan dalam hal ini pahalanya, ketika meninggal dapat melihat surga, malaikat yang menjemputnya, atau bahkan melihat perjuangannya. Ini kematian idaman bagi seluruh umat Islam,” ujar Ustaz Ilham.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya