SUDAH sering Anda mendengar nasihat; Jangan lupa minum 8 gelas air putih setiap hari agar tubuh sehat dan kuat. Pesan ini bahkan sudah Anda lakukan sehari-hari.
Tapi, tahukah Anda kalau ternyata masyarakat Indonesia konsumsi airnya masih sangat minim. Fakta ini tercantum dalam Laporan Ilmiah Berjudul "Air Bagi Kesehatan" yang disusun oleh Dr Budi Iman Santoso, SpOG (K), Prof. DR. Hardinsyah, MS, DR. Dr. Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dan Dr. Sudung O. Pardede, Sp.A (K) yang diterbitkan pada 2011.
Di laporan ilmiah tersebut, dijelaskan kalau sebagian masyarakat Indonesia masih mengonsumsi air dalam jumlah yang kurang dibandingkan dengan kebutuhannya. The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) mengungkapkan, 46,1 % subjek yang diteliti mengalami kurang air atau hipovolemia ringan.
Baca Juga: Kenapa Belah Duren Diasosiakan dengan Malam Pertama?
Kejadian ini lebih tinggi pada remaja (49,5%) dibandingkan pada orang dewasa (42,5%). THIRST juga mengungkapkan, prevalensi hipovolemia ringan pada daerah dataran rendah yang panas lebih tinggi dibandingkan di dataran tinggi yang sejuk.
Ironinya, enam dari setiap 10 subjek yang diteliti (sekitar 60%) tidak mengetahui kalau diperlukan minum yang lebih banyak bagi ibu hamil, ibu menyusui, orang yang berkeringat aktif, dan orang yang berada dalam lingkungan atau ruang dingin. Hanya sekitar separuh dari subjek orang dewasa dan remaja yang mengetahui kebutuhan air minum sekitar 2 liter sehari.
Membahas lebih dalam masalah ini, Pakar Hidrasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia DR. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpG (K) menjelaskan beberapa faktor kenapa orang Indonesia masih malas minum air putih.
Alasan pertama yang disampaikan adalah malas untuk ke toilet untuk pipis. "Ya, kalau kita minum, mau tidak mau tubuh nanti akan mengeluarkan cairan yang ada di dalam dalam bentuk urin. Nah, sebagian orang Indonesia ternyata ada yang malas minum karena alasan malas ke toilet," paparnya pada Okezone saat diwawancarai di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).
Baca Juga: Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan
Alasan selanjutnya adalah ketersediaan air masih sangat kurang. Di beberapa wilayah, sumber air masih jauh dan ini membuat orang malas untuk minum. Maka dari itu, sambung Dokter Diana yang juga merupakan Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) FKUI, pihaknya menggalakkan program sedia botol minum di meja kerja.
"Selain itu, kita juga menyarankan untuk menyediakan air di taman bermain dan jangan pernah lupa membawa air putih saat bepergian," tambahnya.