Penangkapan 10 mahasiswa di wilayah ini bukan lantaran mereka menggunakan cheat di game tersebut, tapi karena pemerintah setempat memberlakukan larangan bermain PUBG sejak pekan lalu, karena adanya kekhawatiran tentang dampaknya pada sikap perilaku dan bahasa dari para orang-orang yang yang memainkannya, terutama para generasi muda.
“Karena permainan ini, pendidikan anak-anak dan remaja terpengaruh dan itu mempengaruhi sikap tindakan, perilaku, ucapan, dan perkembangan anak-anak dan remaja," ungkap inspektur polisi VS Vanzara.
Meski sempat ditahan, namun 10 mahasiswa tersebut dibebaskan dengan jaminan dengan tetap diberikan peringatan di hari yang sama.
Baca Juga: Kisah Anissa, TKI asal Lampung yang Temukan Kebahagiaan Sejatinya di Taiwan