Rumah Desa Maya yang selalu ditinggali Luna saat berada di Bali berada di sekitar area persawahan. Luna kecil sering sekali bermain ke sawah bersama teman-temannya. Tak hanya sawah, beberapa meter dari rumah terdapat pantai yang juga sering didatangi Luna untuk bermain.
Untuk desain rumah sendiri, Desa Maya memilih untuk menjadikan bagian luar sebagai taman. Aneka tanaman tumbuh di pekarangan rumah yang tak terlalu besar. Ada pula teras yang penuh dengan ornamen kayu. Mulai dari tiang-tiang hingga meja dan kursi yang terbuat dari kayu. Pada dinding bagian luar, terlihat bangunan terbuat dari susunan batako yang dicat indah.
Berlanjut ke bagian dalam rumah, ornamen kayu yang kental sangat terasa. Bagian langit-langit tidak ditutup plafon melainkan susunan kayu yang rapi. Perabotan yang digunakan juga banyak terbuat dari kayu bahkan hingga ke tangga. Dinding rumah berlantai dua itu pu hanya dicat warna putih sehingga sangat terkesan sederhana. Jauh dari keglamoran dunia hiburan seperti yang ditekuni Luna Maya.
(Helmi Ade Saputra)