Nah, bagi Anda yang punya pengalaman serupa, Sayce punya dua jawaban terhadap mimpi prekognitif ini. Pertama, mimpi jenis ini bisa bertindak sebagai suatu peringatan pada diri Anda. Mimpi ini adalah penolong bagi Anda dalam menentukan pilihan hidup. Berbeda dengan sekuel video permainan yang bisa diulang, hidup Anda hanya sekali dan harus pintar dalam menata pilihan. Mimpi ini bisa hadir membantu Anda menentukan rute mana yang mau diambil, mirip seperti butterfly effect.
Kedua, mimpi ini menunjukkan bahwa Anda sudah berada dalam pilihan yang tepat, lho. Bisa jadi Anda mengingat segala detil dari lingkungan atau peristiwa yang persis terjadi di dalam mimpi. Hampir terdengar seperti fenomena déjà vu? Memang mirip, hanya saja, déjà vu terjadi kala Anda dalam kondisi bangun atau tersadar.
Mimpi prekognitif juga erat kaitannya dengan bepergian waktu atau time travelling. Tapi, perlu diingat bahwa menurut Sayce, Anda tidak bisa mengasah kemampuan mimpi ini. “Saya rasa tidak ada gunanya mengembangkan karunia ini untuk menelaah bencana alam di dunia, karena tidak ada manfaatnya,” jelas Sayce. Jadi, anggaplah bahwa mimpi ini sebagai pihak ketiga dalam menentukan pilihan Anda untuk masa depan.
(Santi Andriani)