Sang dokter yang memeriksa pasiennya menggunakan stetoskop itu mulai mengalihkan perhatiannya menggunakan hitung-hitungan jari tangan. Setelah pasiennya mulai merasa nyaman, dokter itu pun mulai membahas tentang warna-warna.
Tak lama kemudian, dokter tersebut mengeluarkan sebuah kotak yang berisi penuh dengan bungkusan permen. Sang anak yang sudah tertarik perhatiannya, mulai mengambil permen dari kotak tersebut dengan penuh antusias.
Setelah mengambil barang tersebut, dokter itu lantas mengambil kapas yang telah dilumuri alkohol dari sang perawat. Supaya tidak takut, dokter itu mulai menggosok tangan anak itu sembari berkata “sok gosok-gosok sok”.
Setelah anak itu benar-benar tenang, dokter itu langsung menancapkan suntikan ke lengan pasiennya. Sang anak sempat sedikit menjerit, kesakitan namun langsung kembali tenang karena dengan cepat dokter itu melepaskan suntikannya.
(Renny Sundayani)