NASIB buruk bisa menimpa siapa saja dan kapan saja, termasuk ketika berpergian dengan menggunakan alat transportasi udara.
Naik pesawat bagi sebagian orang adalah momen yang menyenangkan, ada juga yang merasa biasa saja, namun bagi sebagian orang bisa juga menjadi pengalaman hidup yang tak terlupakan seumur hidup karena pernah mengalami pengalaman selamat dari kecelakaan pesawat.
Seperti beberapa orang yang selamat dari kecelakaan pesawat berikut ini, bagaimana kisahnya? Melansir Cosmopolitan, berikut penggalan singkat empat kisah orang-orang yang selamat dari kecelakaan pesawat.
BACA JUGA : 3 Kisah Mengerikan Korban Tsunami Selat Sunda yang Nyaris Dijemput Maut
1. Membuka sabuk pengaman tanpa alasan jelas
Ini adalah kisah seseorang yang mengalami kecelakaan pesawat ketika berusia 18 tahun. Sang korban selamat bercerita bahwa ia jatuh di landasan pacu 737 enam mil di New Delhi. Di mana dalam kecelakaan ini dirinya termasuk dalam 17 orang korban selamat.
Kecelakaan terjadi di waktu malam dengan kondisi sudah hendak sampai. Menariknya sang korban bercerita, 30 detik sebelum kecelakaan terjadi ia tiba-tiba melepaskan sabuk pengaman yang ia pakai tanpa alasan, yang mana hal ini ia percaya yang telah menyelamatkan nyawanya kala itu.
Sang korban tidak terseret di reruntuhan dan hanya terombang-ambing di atas pesawat, walau mengalami patah tulang di bagian lengan kanan, pinggul, luka bakar satu derajat dan luka dalam. Namun kecelakaan ini tidak membuat dirinya benci terbang, malah sang korban sukses mendapatkan lisensi pilot pribadi di usia 21 tahun.
2. Mind control
Kisah di mana sang korban selamat menabrak glider pada November 2010 di pegunungan South Island di New Zealand ketika sedang berkompetisi. Ia terjatuh di lembah gunung yang tidak ada jalan keluar. Saat tersadar dirinya telah mengalami kecelakaan pesawat, seketika pandangannya menjadi kabur namun untungnya sang korban masih sadar, bahkan sempat terduduk dan menyumpahi dirinya sendiri mengapa bisa mengalami kecelakan tersebut.
Ketika sadar, ia menyebutkan dirinya tak merasakan sakit namun kedua kakinya terasa kebas dan mati rasa, lalu barulah ia tersadar bahwa satu kakinya telah patah. Setelah berhasil keluar, ia mencoba untuk mengontak pilot lainnya dengan bantuan radio transmit hingga akhirnya beberapa jam kemudian pilot lainnya berhasil melacak keberadaan dan menolongnya.
Menariknya, ketika ditanya apakah dirinya merasa takut kala itu, ia menjawab tidak karena dirinya mencoba sangat fokus pada situasi yang dihadapi, ia begitu konsenstrasi untuk bisa selamat daripada membuang waktu untuk merasa takut.