“Serak gulo ini diadakan pada Jumadil Akhir sesuai dengan kalender Hijriah tidak memakai masehi dan tiap tahun kita akan selalu menyelenggarakan, tradisi ini sudah tertanam di Kota Padang ini sejak 200 tahun saat keturuan muslim India datang ke tempat ini,” terangnya.
Dalam prosesnya, pertama mengumpulkan gula dari masyarakat Muslim keturunan India dan ini juga tidak ditutup dari suku bangsa lain yang ingin ikut menyumbang gula. Bahkan dari masyarakat keturuan Tionghoa yang berdampingan, ikut menyumbangkan gulanya, kemudian ada juga masyarakat lain yang datang menyumbang gula dengan niat bernazar. “Tahun ini kita membagi gula ini sebanyak 8 ton,” ungkapnya.
Setelah dikumpulkan, kemudian dibungkus dengan kain warna-warni. Setelah semuanya dibungkus, tugas selanjutnya mengibarkan bendera warna hijau dengan simbol bulan sabit, lalu berdoa. Setelah berdoa, gula yang sudah diletakkan di atap masjid akan dibagikan dengan cara melemparkan ke kerumuman masyarakat.
(Santi Andriani)