Tak Hanya Berebut Gula, Tradisi Serak Gulo Jadi Ajang Cari Jodoh

Rus Akbar (Okezone), Jurnalis
Rabu 06 Februari 2019 12:01 WIB
Tradisi Serak Gulo di Sumatera Barat (Foto:Rus Akbar/Okezone)
Share :

Bahkan ajang tradisi Serak Gulo juga menjadi tempat keturunan India bersilaturahmi sesama dengan muslim India dari berbagai daerah di Indonesia ini. “Bahkan sebagai ajang mencari jodoh. Dulu anak saya mendapatkan jodoh saat mengelar tradisi ini, ini disebabkan karena kita saling berjauhan jadi saling mengenal,” tuturnya.

Tradisi Serak Gulo ini awalnya digelar di Nagore, Nagapattiman daerah Tamil Nadhu India Selatan. Tradisi ini Syekh Shabul Hamid. Dia merupakan salah satu ulama sufi di India yang dikenal sebagai walyyullah dan memiliki banyak karomah dan memegan penting penyebaran agama Islam pada masa itu. “Syekh Shabul Hamid masih keturunan generasi ke-13 dari Syekh Abdul Qadir Al Jailani yang merupakan ulama besar sufi yang dijuluki penghulu para wali,” katanya.

Seiring penyebaran umat muslim India di Asia Tenggara, tradisi ini dibawa dari daerah asalnya sampai ke Indonesia terutama di Kota Padang. Tradisi Serak Gulo ini adalah perpaduan tradisi Islam dengan India. “Tradisi ini tanpa meninggalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Ali.

Gulo atau gula merupakan simbol keberkaan dalam budaya India dan tradisi kuliner India juga dikenal dengan cita rasa manis, maka tradisi serak gula yang intinya sebagai rasa syukur atas rasa rejeki sepanjang tahun dengan cara berbagi gula kepada masyarakat. “Tradisi ini juga sebagai maulid Syekh Shabul Hamid juga berbagi rejeki sesama warga yang ada,” terangnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya