MENJADI seorang ratu kecantikan dari ajang kecantikan bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Agar bisa menyandang tugas dan titel sebagai seorang ratu kecantikan, contohnya Miss Indonesia banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik.
Maka dari itu, sederet persiapan baik fisik, pikiran, dan juga mental harus dipersiapkan oleh para finalis dengan sebaik-baiknya agar bisa mendapatkan hasil penilaian yang maksimal sehingga hasil akhir yang akan dicapai pun bisa memuaskan.
BACA JUGA : 6 Zodiak Berjiwa Muda, Selalu Energik dan Suka Hura-Hura!
Bicara soal penilaian, di ajang Miss Indonesia 2019 tahun ini, Liliana Tanoesoedibjo, selaku Chairwoman of Miss Indonesia Organization menyebutkan ada yang sedikit berbeda dalam sistem penilaian untuk mendapatkan sosok Miss Indonesia yang sempurna tahun ini dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Ada perbedaan kriteria tahun ini, di bagian penilaian ya. Tahun lalu itu masa karantina menyumbang porsi 70 persen lalu on stage nya sebesar 30 persen. Tahun ini, penilaian di masa karantina itu menyumbang 80 persen makanya on stage 20 persen. Jadi berbeda ya,” jelas Liliana yang ditemui Rabu (6/2/2019) usai acara “Press Conference Karantina Miss Indonesia 2019” di MNC Studio Tower I, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mengingat porsi penilaian di masa karantina selama dua minggu menyumbang porsi yang begitu besar, Liliana berharap para finalis bisa berjuang semaksimal mungkin dari semenjak karantina dimulai sehingga sudah bisa mengantongi penilaian sebanyak 80 persen. Bukan hanya sekedar menerima berbagai macam pembekalan diri, mulai dari modeling, public speaking, character building, manner, hingga kelas ilmu kecantikan.