“Bukankah memaksa anak mendapatkan pekerjaan yang layak sama saja seperti penculikan atau perbudakan?”
“Orangtua kalian memilih menjadikan kalian sebagai mainan, dibanding memiliki seekor anjing atau mainan sungguhan. Kalian tidak berutang apapun kepada mereka,” tulis Samuel pada laman Facebook Nihilanand yang memiliki sekitar 431 pengikut.
Samuel mengatakan, masyarakat India seharusnya menyadari bahwa memiliki anak bukan satu-satunya pilihan untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga.
“Kita punya hak untuk bertanya, apa tujuan mereka melahirkan kita,” tugas Samuel.
Meski saat ini jumlah pengikut Samuel masih relatif kecil, namun pergerakan mereka semakin meningkat setiap tahunnya. Para penganut paham anti-natalist di India bahkan telah berencana membentuk sebuah organisasi nasional yang nantinya akan gencar mengampanyekan isu-isu seputar anak.
(Utami Evi Riyani)