Designer disabilitas ini mengaku bahwa tidak pernah belajar fashion secara langsung. Pendidikan formal pun tidak pernah dia dapatkan. Jadi, kemampuan dia dalam menggambar itu muncul secara otodidak. Semuanya terjadi begitu saja. Ya, mungkin ini bisa terjadi juga karena keyakinan Rahmat pada mimpi dan tujuan mulia hidupnya.
Rahmat pun punya harapan khusus untuk masa depan dan harapan untuk teman-teman disabilitasnya. "Harapan saya ke depannya, saya ingin mempunya butik, ingin bisa jadi desainer kebanggaan Indonesia," ucapnya.
Rahmat melanjutkan, dirinya juga punya sedikit kalimat penyemangat untuk teman-teman disabilitas di luar sana.
"Teman-teman, saya berharap kalian jangan pernah malu dengan keadaan. Percayalah bahwa Tuhan memberikan kita kekurangan, pasti memberikan juga kelebihan. Gapai mimpi setinggi-tingginya sampai mimpi itu tercapai," sambungnya sedikit haru.
(Martin Bagya Kertiyasa)