Pria yang terpapar BPA juga menunjukkan penurunan libido dan kesulitan ejakulasi ereksi. Selain itu, pada perempuan BPA dapat menyebabkan gangguan endokrin diikuti dengan perubahan morfologis dan fungsional dalam ovarium, uterus, vagina, serta saluran telur yang berkaitan dengan masalah kesuburan.
Selanjutnya, sebuah studi terobosan September 2016 menemukan paparan BPA dapat menurunkan kadar vitamin D dalam aliran darah. Kemudian pada 2013, para ilmuwan Kaiser Foundation Research Institute yang secara intens mengevaluasi kadar BPA pada urin menemukan anak perempuan yang memiliki kadar BPA lebih tinggi berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas.
Terakhir, sebuah makalah yang diterbitkan dalam Acta Diabetologica menemukan kadar BPA urin yang lebih tinggi berkaitan dengan pra-diabetes terlepas dari faktor risiko diabetes tradisional. Melihat dampak yang tidak main-main dari BPA, maka tak ada salahnya masyarakat lebih waspada.
(Martin Bagya Kertiyasa)