BELAKANGAN ini beredar informasi yang menyebutkan struk mesin anjungan tunai mandiri (ATM) berbahaya terhadap kesehatan. Tentu informasi ini dapat membuat masyarajat resah. Sebab bisa dikatakan struk ATM sering dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari informasi yang beredar, struk ATM dikatakan mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini diyakini memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Guna menjawab keresahan, Kementerian Kesehatan pun angkat bicara.
“Memang ada informasi kertas print dari ATM mengandung Bisphenol A, semacam bahan dari plastik. Untuk memastikannya, perlu kajian atau penelitian yang lebih detil," ungkap Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Imran Agus Nurali berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Sabtu (19/1/2019).
Baca Juga: Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!
"Uji klinis yang tidak mudah saya rasa, ini peranan lembaga penelitian atau akademisi untuk memfasilitasi," tambahnya.
DIa melanjutkan, apabila terbukti struk tersebut mengandung BPA, maka diharapkan ada kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik. Untuk saat ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan melakukan langkah antisipatif seperti tidak memegang struk terlalu lama dan saling mengingatkan kepada orang di lingkungan sekitar.
Sementara itu, melansir Draxe, ada beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi karena paparan BPA. Pertama, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Juli 2018 dikatakan BPA merupakan faktor risiko penyakit radang usus. Kedua, senyawa ini berperan dalam masalah infertilitas.
Baca Juga: Ini Pacar Kapten Newcastle yang Mirip Kim Kardashian, Sama Seksinya!
Penelitian dari University of Buea di Kamerun mengungkapkan BPA memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan disfungsi reproduksi pria. BPA dapat menyebabkan bayi lahir cacat seperti feminisasi janin laki-laki, atrofi testis dan epididimida, peningkatan ukuran prostat, dan perubahan jumlah sperma dewasa.