Mengenal Nora Baker, Perempuan Muslim yang Jadi Intelijen Inggris

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Kamis 10 Januari 2019 11:48 WIB
Nora Baker Intelijen Inggris (Foto: Mvslim)
Share :

Ia belajar psikologi anak di Sarbonne dan musik di Paris Conservatory. Pada usia 25 tahun ia menerbikan buku cerita anak-anak pertamanya yang berjudul “Twenty Jataka Tales”. Buku tersebut terinspirasi oleh kisah-kisah Jataka dari tradisi Buddhis.

Pada 1940, ketika Perang Dunia Kedua pecah dan Jerman menginvansi Prancis, keluarga Noor pindah menuju Inggris. Sesampainya di sana, Noor memutuskan untuk menjadi sukarelawan di Women’s Auxiliary Air Force (WAAF) sebagai Aircraft-woman 2nd Class.

Pada 1941 Noor bersekolah di sekolah pelatihan pembom. Karena kemampuannya dalam berbahasa Prancis, dia diperhatikan oleh Eksekutif Operasi Khusus (SOE). Ini merupakan sebuah organisasi rahasia yang didirikan oleh Winston Churchill untuk melakukan spionase, sabotase dan pengintaian di Eropa.

Karena sifatnya yang pemalu dan feminism, ia ditugaskan sebagai agen rahasia pada 1943 dan dikirim ke Prancis sebagai operator radio. Tugas ini tentu sangat berbahaya dan berisiko tinggi, pasalnya polisi rahasia Jerman, Gestapo bisa melakukan triangulasi sinyal dan menemukan lokasinya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya