"Waktu tsunami datang, ibunya lagi di kedai bakso. Malam minggu memang banyak yang jualan di sekitar pantai. Revan sengaja ditinggal di rumah karena dia sudah ngantuk dan ingin tidur," tutur Syariah kepada Okezone, di Gedung iNews lt.12, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).
Sekitar pukul 21.30 WIB, suasana tiba-tiba menjadi riuh seiring terdengarnya suara teriakan penduduk yang datang silih berganti. Rupanya gelombang tsunami setinggi 9 meter telah menghantam bibir pantai dan menghancurkan bangunan-bangunan di sekitar.
Dalam tidurnya, Revan mendengar suara seorang wanita yang memanggil-mangil namanya. Suara itu tidak asing, namun terdengar begitu berat dan menyiratkan kesedihan yang mendalam.
Tak selang berapa lama kemudian, Revan terbangun dari dengan keadaan basah kuyup. Air bahkan sudah menggenangi seisi rumah. Di saat itulah ia menyadari bahwa, suara wanita yang terdengar di bawah alam sadarnya adalah suara sang ibunda tercinta.
"Aku masih bisa mendengar suara ibu, tapi air sudah sampai dihidungku. Aku tidak bisa melihat ibu, kamarku sudah dipenuhi air," ujar Revan dengan tatapan nanarnya.