SOSOK seorang bocah berusia 9 tahun viral, setelah menelan peluit. Bocah asal Bandung Barat, Jawa Barat bernama Asep Yahya tersebut mendadak viral setelah memperlihatkan suara melengking layaknya terompet ketika dia mengambil napas panjang.
Meski tidak tampak kesakitan, namun hal ini cukup mengganggu karena suara yang timbul saat dia bernapas, namun kini tim ahli yang terdiri dari enam dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT), dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) berhasil mengangkat benda tersebut melalui proses endoskopi.
Ya, endoskopi adalah proses yang menyelamatkan hidup Asep dari penderitaan peluit yang bersarang di tubuhnya. Tahukah apa itu endoskopi beserta manfaatnya? Melansir dari Web MD, Jumat (21/12/2018), Okezone akan mencoba membahasnya.
Baca Juga: Intip 5 Gaya Anak Inneke Koesherawati dan Fahmi Darmawansyah, Imut Banget!
Secara sederhana, endoskopi adalah prosedur non-bedah yang digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan seseorang. Proses endoskopi ini menggunakan tabung fleksibel dengan cahaya dan kamera yang menempel. Alhasil tim medis bisa melihat gambar saluran pencernaan di sebuah monitor berwarna.
Pada pemeriksaan bagian atas, endoskopi akan melewati mulut, tenggorokan dan masuk ke dalam kerongkongan. Proses ini memungkinkan dokter untuk melihat kerongkongan, perut dan bagian atas dari usus kecil.
Endoskopi juga bisa diteruskan menuju usus besar (kolon) melalui rektum untuk memeriksa bagian ini. prosedur ini biasa disebut sigmoidoskopi atau kolonoskopi tergantung pada seberapa jauh usus besar diperiksa.
Baca Juga: Duh, Baru Menikah Pria Muntilan dan Polly Alexander Harus Hadapi Cobaan
Bentuk khusus endoskopi disebut Endoscopic Retrograde Cholangiopancretaicography, atau biasa dikenal ERCP. Proses ini memungkinkan pengambilan gambar pankreas, kandung empedu, dan struktur terkait. ERCP juga digunakan untuk pemasangan stent dan biopsi.
Sementara endoskopi ultrasound atau EUS mengombinasikan endoskopi bagian atas dan pemeriksaan ultrasound untuk mendapatkan gambar dan informasi tentang berbagai saluran pencernaan.
Lantas kapan seorang dokter melakukan endoskopi kepada pasiennya? Pertanyaan ini tentunya sering terlontar pada mulut orang awam. Endoskopi tentunya, sering digunakan dalam beberapa kasus tertentu dengan tujuan memeriksa atau mencari penyebab penyakit seorang pasien.