Menteri Yohana Yembise Tanggapi Kasus PSK Difabel di Flores Timur

Pradita Ananda, Jurnalis
Rabu 12 Desember 2018 21:30 WIB
Menteri PPPA Yohana Yembise (Foto: Heru/Okezone)
Share :

BELUM lama ini beredar kabar bahwa salah satu PSK (Pekerja Seks Komersial) yang ikut terjaring oleh petugas di Flores Timur disebutkan adalah penyandang difabel atau kaum berkebutuhan khusus.

Idealnya memang kaum difabel itu dilindungi dan dipenuhi hak-haknya oleh negara. Mengacu pada pemenuhan kesejahteraan kaum difabel adalah salah satu dari empat indikator yang ikut menentukan apakah sebuah negara itu maju atau tidak selain kaum perempuan, anak-anak dan juga kaum lansia.

Terkait kasus pekerja seks komersial yang terjaring belum lama ini ternyata adalah penyandang difabel, lalu bagaimana tanggapan dari Yohana Yembise selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia?

 (Baca Juga:Gaya Penjual Ikan Seksi Liu Pengpeng, Suka Nari dan Kedip-Kedip Manja)


“Kasus ini saya pikir sudah ditangani oleh bapak kepala dinas kita. Saya sudah dapat laporan juga tentang hal itu, koordinasi ke daerah ke kepala dinas karena itu koordinasi saya kan larinya ke kepala dinas dan pusat pelayanan terpadu perempuan dan anak di daerah dan selama ini sudah ditangani. Ada pendekatan psikologis juga, upaya trauma healing kepada korban,” tutur Yohana kala dijumpai Okezone, Rabu (12/12/2018) usai acara “Peringatan Hari Ibu ke-90 Dialog Antar Generasi” di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

 (Baca Juga:Kecanduan Lagu 'Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol', Gadis Ini Langsung Kena Azab!)

Namun sebagai sesama kaum wanita, Yohana pribadi menilai sebetulnya hal tersebut idealnya memang tidak boleh sampai terjadi. Di mana pada dasarnya, insiden tersebut bisa terjadi diawali karena kemungkinan besar hak-hak dasar korban sebagai kaum difabel, beberapa di antaranya sebut saja mulai dari hak hidup, hak keadilan dan perlindungan hukum, hingga hak bebas dari tindakan penelantaran, penyiksaan, dan eksploitasi belum terpenuhi dengan baik.

“Saya merasa bahwa hal ini sebenarnya tidak boleh terjadi. Kita miris melihat kalau ada hal seperti itu, itu sudah kejahatan yang saya pikir kejahatan yang luar biasa sekali. Sama dengan kaum perempuan dan anak, disabilitas dan lansia itu menjadi perhatian pemerintah sekarang, kalau sampai masih terjadi kekerasan kepada kaum difabel, saya pikir tidak bisa kita terima,” tutup Yohana.

(Utami Evi Riyani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya