Yang sehat yaitu penurunan 500 kkal dari kalori harian, karena butuh 7.000 kkal kalori untuk menaikkan 1 kg berat badan. Itu baru dari makanan, belum dari olahraga yang bisa menurunkan 800 kkal sampai 1.000 kkal, tergantung intensitas latihannya seperti apa. Yang juga penting adalah memperbaiki kualitas hidup,” kata pria berdarah Manado, Sulawesi Utara, itu. Tidak hanya pilihan asupan makanan, dia menyebutkan, dalam menjalankan diet, penting untuk memiliki gaya hidup aktif dan berolahraga secara teratur agar kalori dapat dibakar dan tidak hanya ditimbun. Saat tubuh tidak aktif dan konsumsi kalori melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh, maka kalori akan disimpan sebagai lemak. Hal inilah yang kemudian dapat membuat berat badan semakin bertambah.
Selain menghindari penambahan berat badan, olahraga dan aktivitas fisik juga da - pat menjaga kesehatan, sekaligus mene kan risiko penyakit berbahaya seperti jan tung, diabetes, dan stroke . “Banyak yang bilang tidak punya waktu untuk ber olah raga. Padahal, sediakan waktu ha nya 15 sampai 30 menit untuk ber latih yang simpel, misalnya lari. Masak tidak sempat juga,” imbuh Chrisny. Terkait pola hidup sehat, Chrisny memulainya sejak 1,5 tahun lalu saat merasa tubuhnya masih terlalu gemuk. Apalagi saat itu dia sedang mempersiap - kan prosesi pernikahan bersama pa sang - an. Chrisny tidak mau pada hari bahagia tersebut, tubuhnya tak menarik dipandang.
Suami Christian Lingga ini mengaku, pola makannya ketika itu memang berlebihan serta tak beraturan, terutama saat dia bekerja kantoran dan sering kali memulai hari dengan makan mi instan plus nasi dan telur dadar. Alhasil, berat badannya membengkak hingga 130 kg. “Ketika ingin menikah, baru sadar saya terlalu gemuk dan tidak bisa pakai jas bagus atau keren difoto. Saya akhirnya memutus-kan mulai olahraga di gym dan diet ketat de ngan mengonsumsi makanan sehat dan meng atur kalori, meskipun awalnya eks trem banget sampai turun 25 kg dalam wak tu dua bulan. Tapi, belakangan sudah dikon trol, turunnya 2 sampai 3 kg per bulan,” ujarnya.
Untuk mencari bahan makanan yang sehat, Chrisny biasa mendapatkannya di pasar tradisional dan supermarket besar seperti Hero. Di sana bahan masakan tersaji lengkap dan bersih sehingga mudah ketika ingin diolah menjadi hidangan sehat. “Saya sering juga masak sendiri kalau ada waktu nya. Tetapi, kalau sibuk, biasanya beli jadi,” ujar Chrisny. Dengan pengalaman ini, Chrisny lantas ingin membaginya dengan orang yang ber na - sib sama. Melalui media sosial seperti channel di You T ube dan video Instagram @chrisnycarol, dia biasanya menyajikan kon ten berupa tips bagaimana memulai diet se hat. Tidak ha nya itu, dia juga menghadirkan expert seorang dokter atau konsultan fitnes untuk berbagi informasi.
“Awalnya hanya dokumentasi kegiatan sehari-hari. Tetapi, lama-lama ba nyak yang suka dengan sharing saat saya me nurunkan berat badan,” ujar Chrisny.
(Renny Sundayani)