Ketika para model yang mengenakan koleksi busana Ghea melenggak di atas panggung, para tamu undangan langsung mengalihkan pandangan kepada busana yang bergaya dari Sumatera. Warna merah merona mendominasi dan hadir di atas panggung. Merupakan upaya dari persiapan Ghea selama sebulan belakangan ini.
“Desain seperti ini, kan, karena kita juga banyak dipengaruhi dari Chinese influence. Dimasukkan juga unsur dari Minangkabau dan Palembang. Makanya, banyak dari koleksinya berwarna merah emas dan ditambahkan selendang supaya terlihat anggun,” ungkap Ghea.
Dirinya mengakui bahwa yang paling sulit dari persiapan acara kondangan ini adalah mencari konsep, mengatur gaya stylingnya, serta mencari bahan untuk koleksinya dari pagi buta. “Kalau cutting-nya terinspirasi dari baju heritage ke fashion masa kini. Ada juga misalnya dari kebaya modern, lalu jaket, dan masih banyak lagi,” timpalnya. Ghea menambahkan untuk palet warnanya merupakan warna dwipa, yakni kemilau keemasan. Sebanyak 13 koleksi busananya hadir meramaikan acara kondangan di malam itu.
Selain Ghea Panggabean, ada pula desainer papan atas dari Indonesia yang ikut memamerkan koleksi busananya dalam acara kondangan tersebut. Sebut saja Afif Syakur, Boyonz Ilyas, Eko Chandra, Hengky Kawilarang, Itang Yunasz, Jeanny Ang, Poppy Dharsono, Samuel Wattimena, Siki Purnomo, Vielga Wennida, dan Widhi Budimulia.
(Renny Sundayani)