Project Director Jogja Fashion Week 2018 ini menjelaskan, batik sejak dulu bagian dari budaya. Kain ini jadi simbol strata seseorang, yang dimiliki oleh kalangan tertentu.
Ada makna tertentu dari setiap kain batik yang dibuat, agar saat dipakai akan bermakna mulia. Tapi seiring perkembangan zaman, motif batik dari berbagai daerah pun sangat bermacam-macam.
"Makna corak batik dari lahir sampai meninggal dunia ini ada. Jadi ya berbeda dengan lurik," tuturnya.
Meski berbeda, tapi kedua wastra ini tetap disukai oleh pencinta fesyen Tanah Air. Malahan beberapa desainer memadukan kain-kain cantik itu dalam sebuah karya busana menawan.
(Martin Bagya Kertiyasa)