Family Doctor sendiri merupakan sebuah sistem di mana seorang dokter dididik untuk bisa mendatangi, merawat dan mengayomi pasien. Jadi setiap dokter akan datang mengunjungi setiap keluarga untuk memberikan perawatan terhadap pasiennya.
"Saya mengharapkan perawat kami dapat dikirim ke Belanda. Mereka menyebut sistem ini dengan family doctor, jadi dokternya itu mendatangi keluarga. Mereka mendidik perawat itu untuk memelihara dan mengayomi pasien, misalnya ia mengunjungi keluarga untuk melakukan cek darah dan memperhatikan obat-obatnya," lanjut Menkes Nila
Tak hanya sistem family doctor, Menkes Nila juga ingin mencontoh sistem transit hospital yang diterapkan Belanda. Khususnya bagi para pasien pasca operasi, mereka bisa pindah menuju transit hospital dan mendapatkan perawatan yang baik dari dokter umum dan tetap dimonitoring oleh dokter spesialis.
"Saya pernah melihat transit hospital yang berfungsi untuk memperpendek waktu di rumah sakit. Jadi setelah operasi tidak memerlukan waktu yang lama sekira 2-3 hari bisa dipindahkan ke transit hospital. Di sana yang bekerja bukanlah dokter spesialis, tapi yang menjaganya bisa dokter umum maupun perawat. Namun, jika ada apa-apa, mereka masih bisa berkomunikasi dengan dokter spesialisnya," sambung Menkes Nila.