SAAT musim panas, memang paling menyegarkan apabila minum segelas es teh untuk menyegarkan tenggorokan dan menuntaskan rasa dahaga. Namun tahukah Anda, terlalu banyak meminum es teh manis dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda?
Meskipun teh memang mampu mendatangkan manfaat bagi kesehatan seseorang, teh manis juga bisa mendatangkan risiko buruk. Jadi, berapa banyak es teh yang masih baik untuk dikonsumsi?
Dilansir dari Elitereaders, Kamis (18/10/2018), sebuah kasus yang dilaporkan oleh seorang pria yang meminum sekitar 1 galon es teh hingga 16 gelas per harinya. Pria tersebut, kemudian mengalami hal yang buruk pada kesehatannya.
Meminum 16 gelas es teh manis sudah terlalu berlebihan untuk dikonsumsi oleh seseorang. Berikut ini adalah 5 efek yang akan Anda alami apabila terlalu banyak meminum es teh manis.
Baca Juga: 4 Perempuan Menari Erotis di Upacara Pemakaman Sahabatnya, Videonya Viral di Medsos!
1. Diabetes
Anda mungkin sudah merasa puas karena berhasil menghindari meminum soda dan menggantinya dengan teh yang menyehatkan. Namun, teh manis tentu mengandung gula di dalamnya. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi teh manis, tentu hal ini akan mengakibatkan Anda untuk terkena diabetes. Para ahli menyarankan untuk menggunakan pemanis alami seperti madu sebagai pengganti gula.
2. Batu ginjal
Ginjal akan sangat berpengaruh terhadap sesuatu yang Anda minum. Jadi, jika Anda terlalu banyak meminum teh manis, tentu ginjal Anda pun akan terkena dampaknya. Tahun lalu, sebuah pemberitaan melaporkan bahwa seorang pria mengalami gagal ginjal yang disebabkan karena terlalu banyak meminum es teh manis.
Baca Juga: Tengok 5 Foto Manja Rini Puspitawati, Pemandu Lagu Seksi yang Kecelakaan Bersama Suami Orang
3. Penyakit kardiovaskular
Tahukah Anda bahwa teh, terutama yang berjenis hitam, mengandung kafein. Maka, jika Anda meminumnya secara berlebihan, maka akan sangat berpengaruh pada sistem kardiovaskular di dalam tubuh.
“Semua teh hitam berkafein. Dan ini tidak bagus jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau detak jantung cepat. Hal ini dapat memperburuk keadaan,” kata Suzzane Stenbaum, DO, Direktur Kesehatan Jantung Wanita di Lenox Hill Hospital, New York City.