Sedangkan untuk kerajinan tangan, para pengunjung bisa melihar aneka kerajinan tangan mulai dari anyaman tikar, anyaman rotan, badak kayu ukir, kerajinan kerang, hingga jam kayu yang mana sudah menjadi salah satu komoditi ekspor Pandeglang ke negara-negara kawasan Asia Tenggara juga Belanda.
Terakhir, dengan terselenggarannya festival kebudayaan semacam ini. Asmani menuturkan, ia sendiri dari pihak pemerintah daerah mengharapkan produk-produk asli Pandeglang bisa dikenal lebih luas lagi dengan citra sebagai produk yang baik.
“Harapannya ya, ini kan salah satu tema yang belum pernah kita angkat. Mudah-mudahan, dengan adanya acara ini bisa jadi promosi untuk memberitahukan kepada publik lebih luas lagi bahwa kuliner dan kerajinan tangan khas Pandeglang itu beragam dan produknya luar biasa. Selain itu ya untuk mendorong roda perekonomian masyarakat di sini,” tandasnya.
(Santi Andriani)