INDONESIA memiliki begitu banyak provinsi, yang di mana masing-masing daerah mempunyai kebudayaannya masing-masing.
Bukan hanya budaya seperti adat-istiadat atau bahasa, tetapi juga budaya kuliner dan kerajinan tangan hasil karya dari para masyarakat lokal setempat.
Seperti salah satu kabupaten di Provinsi Banten, Pandeglang. Seperti daerah lainnya, Pandeglang pun sebenarnya memiliki potensi wisata kuliner dan kerajinan tangan yang jika dimaksimalkan dengan baik, dapat menggerakan ekonomi rakyat Pandeglang sendiri. Namun sayangnya, masyarakat awam bisa dibilang belum terlalu familiar dengan kuliner dan handycraft khas asli Pandeglang.
Maka dari itu melihat situasi ini, Dinas Pariwisata Pandeglang sendiri berupaya untuk menggelar acara menarik untuk bisa mempromosikan kekayaan kuliner dan kerajinan tangan khas Pandeglang.
Diketahui untuk tahun ini, salah satu acara yang digelar adalah Festival Pasar Kolecer. Sebuah perhelatan yang memadukan antara sektor kuliner dan kerajinan tangan Pandeglang dipadukan dengan sajian hiburan musik yang menghibur.
Sesuai keterangan dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Hj.dr. Asmani. Event festival kebudayaan ini sendiri diketahui merupakan event tahunan di Pandeglang, namun konsep tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda-beda.
“Iya jadi ini event tahunan, nah tiap event itu berubah-ubah temanya. Temanya kita angkat berdasarkan poling dari masyarakat dan rencana dari Ibu Bupati. Tahun lalu itu temanya Bebegik, orang-orangan sawah. Nah tahun ini temanya Kolecer, kincir angin khas Pandeglang. Ini tema yang sebelumnya belum pernah diangkat,” papar Asmani saat ditemui Okezone, Sabtu (29/9/2018) di Pasar Kolecer, Pandeglang, Banten.
Disebutkan lebih lanjut oleh dr.Asmani, untuk tahun ini para peserta Festival Pasar Kolecer yang ikut berpatisipasi, dari sektor kuliner terdapat kurang lebih berjumlah 45 UKM industri rumahan, sedangkan untuk handycraft alias kerajinan tangan sekitar ada 15 industri rumahan yang ikut serta. Di mana semuanya sudah diseleksi oleh para dewan panelis yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang sektor wisata, pendidikan, restoran, hingga perhotelan. Mengingat yang harus ditampilkan adalah produk-produk asli khas Pandeglang.
Menurut pantauan Okezone langsung di lapangan, aneka kuliner dan kerajinan tangan tradisional dari Pandeglang dihadirkan begitu beragam di sini. Contohnya, untuk kuliner para pengunjung yang datang dapat mencicipi hidangan olahan khas Pandeglang, sebut saja mulai dari singkong, ubi, bubur sop, bakso ikan baramuda, lumpia ikan baramuda, pempek ikan baramuda, kerupuk kerang, sate kerang, minuman rempah-rempah, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sedangkan untuk kerajinan tangan, para pengunjung bisa melihar aneka kerajinan tangan mulai dari anyaman tikar, anyaman rotan, badak kayu ukir, kerajinan kerang, hingga jam kayu yang mana sudah menjadi salah satu komoditi ekspor Pandeglang ke negara-negara kawasan Asia Tenggara juga Belanda.
Terakhir, dengan terselenggarannya festival kebudayaan semacam ini. Asmani menuturkan, ia sendiri dari pihak pemerintah daerah mengharapkan produk-produk asli Pandeglang bisa dikenal lebih luas lagi dengan citra sebagai produk yang baik.
“Harapannya ya, ini kan salah satu tema yang belum pernah kita angkat. Mudah-mudahan, dengan adanya acara ini bisa jadi promosi untuk memberitahukan kepada publik lebih luas lagi bahwa kuliner dan kerajinan tangan khas Pandeglang itu beragam dan produknya luar biasa. Selain itu ya untuk mendorong roda perekonomian masyarakat di sini,” tandasnya.
(Santi Andriani)