TIDAK sedikit masyarakat Indonesia yang ketika hamil mesti mengonsumsi makanan yang banyak. Persepsi "Makan buat dua orang nih" selalu membayangi ibu hamil.
Tapi, tahukah Anda kalau ternyata istilah itu menyesatkan dan malah bisa membahayakan kesehatan jabang bayi? Seperti yang dijelaskan dalam dalam jurnal Diabetologia yang Okezone kutip dari Independent, penelitian menunjukkan bahwa jika seorang wanita berat badannya terlalu besar atau terlalu kecil, ini berdampak langsung pada kesehatan si anak yang dikandungnya.
Lebih lanjut, menurut analisis dari 905 pasangan ibu-anak yang dilakukan di Hong Kong, memiliki berat badan yang besar dapat membuat bayi Anda berisiko resistensi insulin dan tekanan darah tinggi. Tidak hanya itu, si anak juga cenderung lebih rentan terhadap makrosomia, di mana kasus ini banyak terjadi pada bayi baru lahir.
Hal yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah si anak pun nantinya saat lahir akan dalam kondisi tubuh terlalu gemuk. Nah, kondisi ini tidak baik sama sekali untuk si anak. Peneliti menyebut hal ini dapat menyebabkan risiko cardiometabolic lebih lanjut.
(Baca Juga:Butuh Perjuangan Berdamai dengan Penyakit Bipolar, Ini 5 Tips Menghadapinya)
Penelitian ini dilakukan dengan mencatat pertambahan berat badan peserta terhadap pedoman Institute of Medicine (IOM) dan para peneliti menemukan bahwa wanita hamil memiliki berat badan yang tidak ideal atau sesuai dengan standarnya.
Tentunya ini berkaitan dengan kebiasaan si ibu yang akhirnya memakan makanan lebih banyak dari biasanya karena khawatir si anak bakal kekurangan nutrisi. Padahal, kalau terlalu banyak juga cenderung akan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dan kontrol gula darah yang lebih buruk pada si bayi. Mau mengalami masalah ini?
Menariknya, efek samping yang sama berlaku untuk wanita dengan berat badan kurang dari yang disarankan. Sementara itu, pemimpin peneliti Profesor Wing Hung Tam, mengatakan penting untuk mendidik wanita tentang implikasi pertambahan berat badan kehamilan dan untuk menghilangkan teori makan untuk dua orang.
(Baca Juga:Pria Berusia 50 Tahun Nekat Curi 73 Gaun Pengantin, Alasannya Bikin Baper)
“Kehamilan membutuhkan tambahan 300 kkal per hari. Apa yang ibu hamil butuhkan adalah diet seimbang yang memenuhi persyaratan seperti itu dengan mikronutrien yang memadai," kata Tam.
Dia menambahkan, para ibu hamil juga perlu melakukan olahraga ringan untuk menghindari penambahan berat badan berlebih.
Meskipun penelitian ini berfokus pada menyoroti efek buruk yang dapat terjadi pada kelebihan berat badan pada anak, Hung Tam menjelaskan bahwa itu juga menimbulkan serangkaian risiko kesehatan bagi ibu. Misalnya, risiko seperti diabetes melitus kehamilan yang lebih tinggi, kondisi di mana ibu memiliki kadar glukosa lebih tinggi dari normal.
“Temuan ini memiliki implikasi penting untuk pencegahan dan pengobatan, khususnya di masa kehamilan yang memerlukan perhatian lebih khusus,” kata para peneliti.
(Utami Evi Riyani)