PASCA-gempa sebagian warga di Lombok masih tinggal di tenda pengungsian. Mereka mengalami kondisi serba darurat, apalagi getaran gempa kecil masih dirasakan hingga kini.
Keluarga kecil yang terdiri dari Lia (28) dan Suadi (31), serta putri kecilnya Della (3,5) harus tinggal di tenda pengungsian karena rumahnya hancur. Banyak perbedaan aktivitas yang mereka hadapi saat ini.
Usai gempa pertama pada 29 Juli 2018 lalu, Della mengalami trauma berat. Kedua orangtuanya menghadapi kondisi psikologi putrinya yang terganggu.
"Pas gempa pertama dia trauma, tubuhnya sering gemetar, merasa takut, sampai sempat sulit diajak bicara," ungkap Lia saat berbincang dengan Okezone di Desa Beririjarak, Wanasaba, Lombok Timur, Jumat (21/9/2018).
(Baca Juga:Jangan Pakai Alasan "Makan Buat Dua Orang" saat Hamil, Ini Bahayanya)