MAKANAN adalah kebutuhan pokok sehari-hari dari setiap manusia. Dalam keadaan apapun, yang namanya makanan adalah kebutuhan vital dari setiap orang.
Apalagi ketika sedang bepergian traveling ke suatu tempat. Kuliner dan traveling memang sangat terkait erat satu sama lain, tidak bisa dipisahkan.
Saat bepergian, faktor kuliner di tempat yang hendak didatangi biasanya menjadi salah satu faktor pertimbangan utama. Terlebih jika destinasi wisata yang dituju, kebetulan mayoritas penduduk lokalnya memeluk keyakinan yang berbeda dengan yang dianut. Kekhawatiran akan apakah tetap bisa menikmati kuliner lezat selama berlibur di sana, sangat wajar muncul bukan?
Misal contoh kasusnya ketika wisatawan beragama Islam hendak berwisata ke Tanah Sumatra, tepatnya kawasan Danau Toba yang secara kultur dihuni oleh masyarakat non-Muslim. Lalu apakah ini akan menjadi penghalang bagi para wisatawan Muslim untuk berkunjung dan menikmati pesona keindahan alam serta keberagaman budaya Danau Toba?