"Jumlahnya akan terus bertambah, karena program ini juga dibantu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, terutama dalam hal peningkatan SDM," tutur Lenny saat ditemui Okezone di Puskesmas Kota Utara, Gorontalo, Kamis (30/8/2018).
Menurut dr. Yeni Utiarahman, salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Kota Utara, dengan adanya Puskesmas Ramah Anak ini, beban para orang tua diharapkan dapat berkurang karena mereka dapat menggunakan BPJS.
"Kalau pakai BPJS tentu jadi lebih ringan. Fasilitas yang kami miliki pun tidak kalah dengan rumah sakit umum maupun swasta. Kami punya ruang tunggu terpisah, ada ruang ASI," kata dr. Yeni Utiarahman.
Lebih lanjut Yeni menjelaskan, selain masalah SDM, ia berharap agar pemerintah mulai menyadari bahwa lahan yang digunakan untuk membangun PRA itu tidak cukup luas.
"Sebetulnya yang susah disini adalah ruangannya. Alat-alat bisa kita biayai sendiri. Tapi ruangan di hampir semua puskesmas di Gorontalo itu terlalu sempit. Bahkan, ruang poliumum di puskemas kami harus berbagi dengan UGD. Idealnya pasien itu punya privasi," tukas Yeni.
(Santi Andriani)