Adalah melepaskan ayam. Ada kisah mistis di balik mitos tersebut. Jadi, dahulu kala ada putra Kanjeng Jombang yang sedang bersemedi di Gunung Pegat hingga bertahun-tahun. Semedi itu membuahkan hasil Kanjeng Jombang berubah menjadi ular yang sangat besar.
Jelmaan ular tersebut kemudian diketahui masyarakat dan ular berhasil didapat. Tak lama setelah itu, si ular dikuliti hingga akhirnya dia mati di tangan masyarakat. Sang ular murka dan mengutuk gunung tersebut.
Karena itu, setiap kali ada calon pengantin yang mau menikah, dipastikan mereka harus melempar ayam di sekitar Gunung Pegat sebagai tanda penyelamatan. Ini dimaksudkan agar mereka terbebas dari kutukan perceraian. Perlu diketahui ayam yang dilepaskan adalah ayam kampung hitam!
Nah, Anda juga mesti tahu bahwa ayam ampung hitam bagi masyarakat Jawa itu memiliki makna tolak balak apese awak, yang bertujuan untuk menghindari ketidakbahagiaan rumah tangga, seperti rejeki seret, tidak memiliki keturunan, salah satu keluarga ada yang meninggal, atau masalah yang lainnya.
(Helmi Ade Saputra)