Ayla melanjutkan, dalam berbelanja sehari-hari memang ia lebih sering tidak menggunakan uang tunai, karena dengan digital urusan belanja sehari-harinya menjadi lebih mudah. Namun pada akhirnya, untuk sekedar berjaga-jaga ia tetap membiasakan diri membawa uang tunai secukupnya.
Baca juga: Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Jalanan Berlubang Disulap Jadi Kebun Tomat Loh!
“Sistem digital mempermudah aku sih, semua precise (tepat) dan terhitung. Misalnya uang tunai, kembalian habis belanja receh-receh masukin kantung celana, berbagai nominal akhirnya bercecer duitnya, terus jadi mikir duit Rp100 ribu gue kemana ya, nah kalau digital gitu kan semua ke-tracking. Tapi tetap ngerasa perlu bawa tunai sih, membiasakan diri misalnya tetap bawa Rp150-200 ribu, contohnya untuk ongkos supir, beli makan kayak jajanan gitu, atau bayar parkir,” imbuhnya.
(Fakhri Rezy)