“Saya melihat banyak ibu yang terus-menerus beraktifitas dengan membalas pesan di ponsel mereka. Menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama keluarga atau teman melalui panggilan telepon sambil memasak, dan mencoba mengelola anak-anak mereka pada saat yang sama. Penggunaan smartphone yang tinggi sering menyebabkan perilaku linglung, ketidaksabaran dan gangguan dalam rutinitas keluarga,” jelas Dr Vihan, sebagaimana dilansir Times of India, Selasa (21/8/2018).
Penelitian terbaru menunjukkan penurunan tingkat materi abu-abu di korteks otak berselubung pada orang-orang yang sering menjadi pengguna ponsel dibandingkan dengan orang-orang yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk itu.
Sebagaimana diketahui semakin sedikit materi abu-abu di wilayah otak ini akan memengaruhi fungsi eksekutif termasuk fokus dan perhatian. Sangat penting bagi orang dewasa untuk membatasi penggunaan gadget atau benda digital demi kesejahteraan mental dan fisik keluarga mereka.
Psikolog anak tersebut percaya bahwa anak-anak yang menerima perhatian tak terbagi akan berkembang dengan baik dan merasa lebih percaya diri. Mereka merasa mudah berkonsentrasi dan dapat diandalkan.
Ketika orang tua menggunakan ponsel di depan anak, itu merupakan sebuah daya tarik bagi anak untuk meniru. Sejujurnya, tidak mungkin bagi Anda untuk menjauhi gadget secara total. Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba hadir sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental, ketika Anda bersama anak.
(Santi Andriani)